081-2222-309-20 admin@magnarx.id

6 Cara Mencegah Kehamilan Dini Setelah Sperma Masuk Secara Alami

Tidak semua pasangan menginginkan terjadinya kehamilan sekalipun mereka sudah terikat dalam hubungan pernikahan yang sah. Tentunya ada banyak alasan kenapa hal ini terjadi, mulai dari kurangnya kesiapan mental, kesehatan, karir serta alasan-alasan lain yang sifatnya pribadi. Karena itulah kita tidak perlu heran lagi jika topik cara mencegah kehamilan, menjadi topik yang banyak dicari di internet.

Nah, terkait hal tersebut, sebenarnya cara mencegah kehamilan ini sangat beragam, dan beberapa di antaranya akan kami sampaikan di bawah ini.

Beberapa Cara Ampuh dalam Mencegah Kehamilan

  • #1 Suami tidak Mengeluarkan Sperma di Dalam Vagina

Cara ini adalah cara yang sangat populer, karena siapapun tahu bahwa kehamilan akan terjadi jika sperma suami berhasil mencapai rahim istri dan membuahi sel telut.

Tetapi, meski cara yang pertama ini sangat populer, harus diakui pula jika cara ini juga cukup riskan mengingat adanya kemungkinan suami terlambat untuk melakukannya. Selain itu, sudah ada pula penelitian yang menunjukkan bahwasanya sperma tetap bisa masuk ke dalam rahim walaupun suami belum mengalami ejakulasi.

  • #2 Mengonsumsi Pepaya

Bagi wanita yang tengah hamil muda, biasanya akan dilarang untuk mengonsumsi pepaya. Akan tetapi hal yang sebaliknya berlaku bagi pasangan yang tidak menginginkan kehamilan. Ada baiknya istri mengonsumsi pepaya setelah berhubungan badan.

Konsumsi pepaya tersebut sebanyak 2 kali dalam sehari. Lakukan hal ini selama 3 hari atau 4 hari. Saran ini diberikan bukan tanpa alasan, tetapi pepaya memang terbukti bisa membantu mencegah kehamilan.

  • #3 Hindari Melakukan Hubungan Badan saat Istri sedang dalam Masa Subur

Masa subur ini gampang-gampang susah untuk dihitung. Gampang jika istri mempunyai siklus haid yang teratur serta rutin 28 hari dan susah jika siklus haid istri berantakan. Untuk yang siklus haidnya teratur 28 hari, biasanya masa subur wanita terjadi antara 12 hingga 16 hari sebelum datangnya haid yang berikutnya.

Sementara untuk yang siklus haidnya berantakan, cobalah untuk mempelajari cara menghitung masa subur terlebih dahulu. Meski potensi keberhasilan cara ini cukup besar, namun sama seperti cara pada poin 1, cara ini juga cukup riskan mengingat ada kemungkinan Anda keliru dalam menghitungnya.

Supaya lebih aman, Anda bisa melakukan konsultasi pada dokter. Dan jika Anda punya uang lebih, Anda bisa membeli alat yang bisa dipakai untuk mengecek masa subur.

  • #4 Alat Kontrasepsi

Cara yang keempat ini juga sudah banyak dipromosikan kaitannya dengan pengendalian angka kelahiran. Jika Anda juga tertarik untuk menggunakannya, Anda harus tahu bahwa ada beberapa alat kontrasepsi yang bisa dijadikan pilihan, antara lain:

⇒ IUD

IUD adalah singkatan dari Intra Urine Device. Bentuknya menyerupai huruf T dan dipasang dalam rahim. Fungsinya adalah untuk mengadang sperma supaya tidak sampai membuahi sel telur. IUD ini terdiri dari 2 jenis, yakni yang mengandung hormon dan yang terbuat dari tembaga.

IUD yang mengandung hormon biasanya akan mampu bertahan selama 5 tahun. Sementara yang terbuat dari tembaga biasanya akan mampu bertahan hingga 10 tahun.

Apakah IUD ini ada efek sampingnya? Tentu saja ada, di antaranya adalah meningkatkan risiko haid jadi tidak lancar. Tetapi, mengingat keefektifannya dalam mencegah kehamilan, IUD ini patut untuk diperhitungkan.

⇒ Suntik KB

Jika Anda memilih alat kontrasepsi yang ini, maka tubuh Anda akan disuntikkan hormon yang mampu bekerja selama 3 bulan. Cara ini terhitung lebih efektif dibandingkan dengan Anda mengonsumsi pil KB. Hanya saja efek sampingnya adalah bisa menimbulkan terjadinya bercak darah dan Anda juga harus rutin melakukannya setiap 3 bulan sekali.

⇒ Pil KB

Pil KB dinilai mempunyai tingkat kegagalan yang kurang dari 10%. Kabarnya, pil ini mampu mencegah kehamilan, tetapi sekaligus juga mampu melancarkan haid serta mengurangi kram saat haid. Jika Anda memilih cara ini, Anda harus siap dengan konsekuensinya, yakni rutin dalam mengonsumsinya.

Tetapi Anda harus menghindari pil KB jika Anda mengalami kondisi tertentu seperti riwayat penyakit jantung atau stroke, mengidapkan kanker payudara, pendarahan saat sedang tidak haid, mengidapkan migrain, diabetes dengan komplikasi, pembekuan darah, sirosis, penyakit hati serta osteoporosis.

Mengenai efek samping, pil KB ini bisa membuat puting sensitif, bercak darah, gangguan pada pembekuan darah dan risiko peningkatan tekanan darah.

⇒ Kondom

Untuk kondom, ada kondom pria dan kondom wanita. Keduanya sama-sama mudah digunakan dan manfaatnya juga sama, yakni untuk mencegah kehamilan. Namun, dibandingkan dengan kondom wanita, kondom pria jauh lebih populer dan lebih banyak digunakan.

Namun sayangnya, meski kondom pria bisa menghalangi sperma agar tidak masuk ke dalam rahim, tingkat kegagalan alat kontrasepsi ini mencapai 15% dan hanya bisa dipakai sekali saja. Tetapi jika istri juga memakai kondom saat berhubungan badan, tingkat keberhasilannya bisa mencapai 98%.

  • #5 Metode Sterilisasi

Cara yang kelima ini hanya boleh Anda pilih jika Anda sudah tidak ingin hamil lagi untuk seterusnya. Sebaliknya, jangan coba-coba melakukan metode sterilisasi jika Anda masih ingin punya anak lagi suatu saat nanti.

Sebelum melakukannya, Anda juga harus membicarakannya dengan pasangan serta keluarga, karena bagaimanapun juga metode ini akan membawa dampak yang mungkin akan membuat Anda, pasangan dan keluarga merasa tidak nyaman. Proses sterilisasi pada pria disebut dengan vasektomi, sementara proses sterilisasi untuk wanita disebut dengan tubektomi.

√ Vasektomi

Vasektomi dilakukan dengan cara menyumbat atau memotong vas deferens pada pria, sehingga semen jadi tidak mengandung sperma. Semen yang tidak mengandung sperma ini tidak bisa membuahi sel telur sehingga kehamilan tidak akan terjadi.

Untuk beberapa kasus, ikatan tersebut dapat dibuka lagi sehingga semen bisa mengandung sperma lagi.

√ Tubektomi

Sama seperti vasektomi, tubektomi dilakukan dengan cara memotong ataupun mengikat. Tetapi yang dipotong atau diikat di sini adalah tuba falopi, yakni saluran yang menjadi penghubung antara ovarium dengan rahim. Dengan begini, tidak akan terjadi pembuahan sehingga kehamilan dapat dicegah.

Tubektomi bisa dilakukan dengan operasi maupun tanpa operasi. Namun, cara apapun yang Anda pilih, tetap pertimbangkan dengan baik karena jika metode ini sudah dilakukan, Anda tidak bisa mengembalikan fungsi tuba falopi seperti dulu lagi.

  • #6 Mengonsumsi Makanan dan Minuman Pencegah Kehamilan

Selain pepaya, masih ada beberapa makanan lain yang bisa membantu mencegah kehamilan. Akan tetapi, daripada kita menganggap makanan ini dapat mencegah kehamilan, alangkah lebih baiknya jika kita menyebutnya sebagai makanan yang bisa mengurangi kesuburan.

Contoh yang paling mudah adalah lemon serta daun sirih. Dua tanaman tersebut dikenal mampu menyebabkan rahim menjadi kering sehingga kehamilan akan sulit untuk terjadi. Sementara untuk suami, disarankan untuk menghindari kuning telur dan kikil karena dua makanan ini justru bisa memperkuat sperma.

Itu dia beragam cara yang bisa Anda tempuh jika Anda ingin mencegah kehamilan. Sebenarnya masih ada cara-cara lain lagi yang juga bisa Anda pilih seperti cincin vagina, spermisida, koyo ortho evra dan lain-lain. Akan tetapi, cara apapun yang akan Anda tempuh, alangkah baiknya jika Anda konsultasi dengan dokter kandungan terlebih dahulu supaya aman dan tidak menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan dikemudian hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *